Bilateral Relations
Hubungan bilateral antara Uni Emirat Arab dan Republik Indonesia mencakup kerja sama di berbagai bidang, seperti politik, perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, energi terbarukan, infrastruktur, kegiatan kemanusiaan, dan banyak sektor lainnya. Hubungan ini terus berkembang melalui pertukaran kunjungan resmi, pelaksanaan proyek investasi bersama, serta peningkatan pertukaran budaya dan pendidikan, yang mencerminkan eratnya kemitraan strategis antara kedua negara.
Hubungan diplomatik resmi antara kedua negara dimulai pada tahun 1976. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi diresmikan pada 28 Oktober 1978 di tingkat Kuasa Usaha. Indonesia juga membuka Konsulat Jenderal di Dubai serta Kantor Promosi Perdagangan pada tahun 2003, yang kemudian diikuti dengan pembukaan kantor promosi investasi pada tahun 2010.
Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Jakarta diresmikan pada 10 Juni 1991, Kantor Konsuler UEA dibuka di Jakarta pada Agustus 2014, dan Kantor Atase Militer dibuka pada April 2019, sementara kantor Bulan Sabit Merah UEA di Jakarta dibuka di 1997.
Hubungan diplomatik resmi antara kedua negara dimulai pada tahun 1976. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi diresmikan pada 28 Oktober 1978 di tingkat Kuasa Usaha. Indonesia juga membuka Konsulat Jenderal di Dubai serta Kantor Promosi Perdagangan pada tahun 2003, yang kemudian diikuti dengan pembukaan kantor promosi investasi pada tahun 2010.
Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Jakarta diresmikan pada 10 Juni 1991, Kantor Konsuler UEA dibuka di Jakarta pada Agustus 2014, dan Kantor Atase Militer dibuka pada April 2019, sementara kantor Bulan Sabit Merah UEA di Jakarta dibuka di 1997.
Economic Cooperation
- Volume Pertukaran Perdagangan mencapai 860 juta dolar pada periode Januari - Maret 2019, mencapai 3,3 miliar dolar pada akhir 2018, dan 3,7 miliar pada akhir 2017.
- Ekspor terpenting UEA ke Indonesia adalah minyak bumi, bahan kimia dan produk-produk turunannya, aluminium dan produk-produk turunannya, besi, baja, kurma, dan plastik.
- Impor paling penting UEA dari Indonesia adalah kayu, tekstil, teh, kopi, kertas dari berbagai jenis, peralatan listrik, karet dan produk-produk turunannya, kayu gaharu, mesin dan sepeda, emas dan logam mulia dan produk-produknya.
- Jumlah penerbangan harian langsung ke dan dari Indonesia adalah 4 (Dua kali penerbangan ke Jakarta dan dua kali penerbangan ke Pulau Bali, termasuk satu ke Auckland) menggunakan Emirates Airlines dan 2 ke Jakarta dengan menggunakan Etihad Airways, Pada bulan September 2016, Indonesia setuju untuk memberikan Emirates Airlines hak untuk mengoperasikan penerbangan tambahan pada rute Dubai-Indonesia, sehingga menjadi 42 penerbangan per minggu.Indonesia juga sepakat bahwa Emirates Airlines akan mengoperasikan penerbangan pada rute Dubai-Surabaya, asalkan ini dilakukan melalui kesimpulan dari perjanjian bilateral untuk berbagi kode dengan maskapai Indonesia.
- Volume Investasi UEA di Indonesia mencapai 2 milyar USD. UEA berencana meningkatkan investasi menjadi 9 milyar USD.
- Perusahaan-perusahaan terpenting UEA yang beroperasi di Indonesia adalah DP World, Mubadala Development Company, DryDocks World, Etisalat, Dubai Islamic Bank office, Emirates NBD, and Lulu Hypermarket.
